Hujan yang menyentuh tanah tidak menuju satu tempat saja. Sebagian air meresap, sebagian mengalir ke sungai, dan sebagian dapat kembali ke atmosfer melalui penguapan. Jalur-jalur ini menghubungkan daratan dengan sungai, air tanah, laut, dan atmosfer dalam satu daur air. [1]
Aliran permukaan membawa air menuju sungai
Air yang mengalir di permukaan dapat terkumpul di sungai dan danau, lalu sebagian besar air dalam daur hidrologi mengalir kembali ke laut. Dengan begitu, sungai bukan titik akhir perjalanan hujan, melainkan salah satu jalur yang meneruskan air dari daratan ke bagian lain dari siklus. [1]
Resapan menghubungkan hujan dengan air tanah
Sebagian air hujan meresap ke dalam tanah dan dapat mencapai lapisan batuan berpori. Air tanah termasuk bagian dari daur air, sehingga perjalanan air setelah hujan tak hanya terlihat pada aliran menuju sungai; ada pula jalur yang bergerak ke bawah permukaan. [1]
Kata "sebagian" penting: air hujan tidak seluruhnya menjadi aliran permukaan, dan tidak seluruhnya meresap. Sumber menjelaskan beberapa jalur yang mungkin ditempuh air, bukan pembagian tetap untuk setiap hujan. [1]
Penguapan membawa air kembali ke atmosfer
Dalam penguapan, air berubah dari cair menjadi gas dan bergerak ke atmosfer. Tumbuhan juga melepaskan air ke atmosfer melalui transpirasi setelah menyerapnya dari tanah. Ketika udara lebih sejuk, uap air dapat membentuk awan, lalu tetesan awan menghasilkan presipitasi, termasuk hujan. [1]
Karena itu, penguapan, aliran permukaan, dan resapan bukan rangkaian yang harus dilalui setiap tetes air satu per satu. Ketiganya adalah jalur dalam peredaran yang sama: hujan mengisi aliran sungai dan air tanah, sementara air dapat kembali ke atmosfer dan turun lagi sebagai presipitasi. Energi matahari membantu menggerakkan daur tersebut. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Siklus air. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29448868&title=Siklus_air (diakses 2026-10-04).
